Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan
Yupps, baik pada kali ini kita akan membahas topik matematika mengenai penjumlahan dan pengurangan pecahan.
Tetapi adik-adik sebelum kita masuk kepada topik bahasan kita ada baiknya kita musti mengetahui apa itu pecahan, jenis-jenis pecahan, dan yang terakhir barulah kita masuk kepada topic utama yaitu operasi penjumlahan dan penguranga pecahan, ok adi-adik yang pertama:
1. Defenisi/pengertian Pecahan
Mungkin timbul dibenak adik-adik mengenai pengertian pecahan, adik-adik menganggap bahwa pecahan itu adalah bilangan yang ditengahnya terdapat garis pembatas antara dua bilangan sama atau berbeda .
Tetapi adik-adik pernyataan atau anggapan adik-adik itu adalah salah melainkan pecahan itu secara sederhana diartikan sebagai bilangan pecahan yang memiliki pembilang dan penyebut. Pembilang pada pecahan terletak diatas atau yang terlebih dahulu dibaca dan penyebut terletak dibawah atau selanjutnya setelah pembilang dibaca.
Ok adik-adik langsung aja kita masukkan kedalam sebuah bentuk pecahan
,dengan q dan p merupakan bilangan bulat p ≠ 0. Bilangan q disebut pembilang dan bilangan p disebut penyebut. Suatu pecahan katakan senilai apabila pecahan itu mempunyai nilai atau bentuk paling sederhana sama.
2. Jenis-jenis Pecahan
a. Pecahan Biasa
Pecahan biasa adalah pecahan yang dengan pembilang dan penyebutnya adalah bilangan bulat. Contoh:
Pecahan biasa adalah pecahan yang dengan pembilang dan penyebutnya adalah bilangan bulat. Contoh:
b. Pecahan Murni
Pecahan Murni adalah yang pembilang dan penyebutnya adalah bilangan bulat dan berlaku pembilang kurang atau lebih kecil dari penyebut. Pecahan murni dapat disebut sebagai pecahan biasa tetapi pecahan biasa belum tentu dapat dikatakan pecahan murni. Contoh;
Pecahan Murni adalah yang pembilang dan penyebutnya adalah bilangan bulat dan berlaku pembilang kurang atau lebih kecil dari penyebut. Pecahan murni dapat disebut sebagai pecahan biasa tetapi pecahan biasa belum tentu dapat dikatakan pecahan murni. Contoh;
c. Pecahan Campuran
Pecahan Campuran adalah pecahan yang terdiri atas bagian bilangan bulat dan bagian pecahan murni. Contoh:
d. Pecahan Desimal
Pecahan Desiman adalah pecahan dengan penyebut 10, 100, 1000, dan seterusnya, dan ditulis dengan tanda baca koma (,). Contoh: 0,3; 5,33; 21,12 ;45,67
e. Pecahan Persen atau per seratus
Pecahan Persen atau per seratus adalah pecahan dengan penyebut 100 dan dinotasikan dengan
f. Per mil atau per seribu
Pecahan Campuran adalah pecahan yang terdiri atas bagian bilangan bulat dan bagian pecahan murni. Contoh:
d. Pecahan Desimal
Pecahan Desiman adalah pecahan dengan penyebut 10, 100, 1000, dan seterusnya, dan ditulis dengan tanda baca koma (,). Contoh: 0,3; 5,33; 21,12 ;45,67
e. Pecahan Persen atau per seratus
Pecahan Persen atau per seratus adalah pecahan dengan penyebut 100 dan dinotasikan dengan
f. Per mil atau per seribu
Pecahan Per mil atau per seribu adalah pecahan dengan penyebut 1.000 dan dinotasikan dengan
3. Operasi Penjumlahan dan Pengurangan pada Pecahan
Jika pada penjumlahan atau pengurangan pecahan memiliki penyebut yang sama, dapat dilakukan penjumlahan atau pengurangan pembilangnya, tetapi penyebutnya sama. Contoh:
Jika pada pecahan berbentuk penjumlahan ataupun pengurangan, pecahan memiliki penyebut yang berbeda, terlebih dahulu kita harus menyamakan penyebutnya setelah disamakan penyebutnya barulah kemudian dapat kita lakukan penjumlahan ataupun pengurangan pembilangnya.
Setelah adik-adik mengerti dan telah mengetahui berdasarkan pemaparan materi diatas, maka adik-adik langsung aja kita aplikasikan kedalam contoh-contoh yang dapat membantu adik-adik agar lebih mengerti lagi. Adapun contohnya:








Tidak ada komentar:
Posting Komentar